Edukasi Untuk Anak, Mengenal Pakaian Adat Sunda yang Unik!

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 700 bahasa dan 300 suku etnisnya. Hal ini membuat Indonesia memiliki beragam kebudayan yang unik dan penuh kecirikhasan dari setiap daerahnya. Salah-satu yang menjadi daya tarik wisatawan adalah Jawa Barat. Tak heran, banyak jasa sewa Pusatrentcar.com Jakarta yang menunjuk Jawa Barat sebagai tujuan destinasinya.

Edukasi Untuk Anak, Mengenal Pakaian Adat Sunda yang Unik!

Jawa Barat merupakan salah satu bagian pulau Jawa yang cukup maju. Bahkan Ibukota negara Indonesia juga berada di bagian Jawa Barat. Bahasa sunda merupakan bahasa yang paling banyak digunakan di daerah Jawa barat, terutama kota paranghiangan yang menjadi pusat terbentuknya bahasa Sunda.

Bahasa Sunda juga menjadi bahasa yang paling diminati oleh orang luar (pengguna non bahasa Sunda). Hal ini dikarenakan bahasa Sunda memiliki dialeg yang terkesan sopan dan lemah-lembut. Pengucapannya pun terdengar unik ketimbang bahasa di Pulau Jawa lainnya.

Pakaian Adat Suku Sunda

Pada jaman dulu, pakaian adat adalah ikon paling identik yang digunakan untuk membedakan suatu suku. Di suku Sunda sendiri, pemakaian baju digolongkan menjadi 3 bagian, yaitu pakaian kelas atas, pakaian kelas menengah dan pakaian rakyat biasa. Berikut beberapa penjelasan tentang pakain adat Sunda.

1. Pakaian Kelas Atas (Menak)

Pada jaman dahulu, pakaian satu ini hanya dapat dijumpai pada seorang perpangkat tinggi atau berdarah biru saja. Untuk pria sunda bangsawan, ia akan memakai setelan jas hitam dengan celan yang senada. Pakaian yang di dominasi oleh bahan beludru ini akan menampilkan kesan elegan dengan sabuk emas di pinggnya. Tak lupa sulaman-sulaman benang emas yang mengaliri di sepanjang tepian jas.

Untuk aksesoris pelengkapnya, seorang bangsawan Sunda akan mengenalan tutup kepala bernama bento dan selop kaki hitam yang terbuat dari bahan beludru juga.

Sedangkan untuk perempuan, mereka akan menggunakan kebaya hitam yang tampak cantik dengan beberapa manik-manik di area depan pakaian. Pakaian yang juga terbuat dari bahan lembut beludru ini juga divariasikan dengan kain kebat bermotif rengreng yang di lilitkan dengan cara lilit lipit.

Untuk aksesoris bawah, seorang bangsawan Sunda akan menggunakan sandal selop hitam yang bertabur manik emas. Tak jarang, beberapa perhiasan yang semakin menekankan kasta juga terlihat indah di tubuh wanita bangsawan Sunda.

2. Pakaian Kelas Menengah

Untuk kelas ini, pakaiannya tak beda jauh dengan orang bangsawan. Hanya saja kualitas bahan tetap ada untuk menekankan status. Para kalangan menengah biasanya diduduki oleh seorang saudagar ataupun pejabat pemerintahan. Untuk seorang pria, pakaian bebatan yang mirip jas akan dipadukan dengan kain kebat yang di sarungkan. Tak lupa sebuah ikat pinggang dari kain yang semakin melengkapi kemewahan pakaian. Untuk akseria sendiri, pria kelas ini akan menggunakan sanadal selop biasa dan kupluk.

Sedangkan untuk si Wanita, kebaya dengan motif dan warna beragam akan menemani kesehariannya. Kain kebat yang di ikat den lilit lipit serta ikat selendang yang juga berwarna menjadi satu kesatuan yang penting. Tak lupa, selom geulis sebagai alas dan juga konde ikut unjuk diri.

3. Pakaian Kelas Menengah/Rakyat Biasa

Seperti namanya, pakaian ini hanya digunakan oleh rakyat biasa dan tak memiliki kemewahan seperti pakaian orang-orang bangsawan atau saudagar. Tetapi, keunikan serta kelembutan yang dipancarkan tetap terlihat. Malahan, pakaian yang mereka ginakan sehari-hari itu memberikan kesan sederhana dan polos.

Untuk seorang pria, mereka hanya akan menggunakan kaos serta celana kombrang dengan kain loreng yang mempercantik bagian leher serta pinggang. Untuk bagian kepala, mereka menggunakan sebuah ikat logen yang dililitkan dengan metode hangjuan nangtung. Sedang untuk alas kaki mereka menggunakan sebuah sandal yang dibuat dari kayu bernama temrompah.

Untuk Wanita, mereka menggunakan pakaian adat sederhana dengan berbagai pelengkap yang juga sederhana.

Melihat keaneragaman adat suku Sunda, tentulah menggunakan jasa sewa bus wisata Jakarta tak membawa rugi. Selain sebagai edukasi untuk anak, kita juga mampu mensyukuri keaneragam Bumi Pertiwi yang kita cintai ini.